JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menyampaikan target pemerintah menurunkan kemiskinan hingga 5 persen pada 2029. Pernyataan itu disampaikan dalam peluncuran Kolaborasi Indonesia Berdaya Ramadhan secara virtual dari Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026.
Cak Imin menegaskan, target tersebut hanya bisa tercapai melalui kerja kolaboratif dan kolektif yang melibatkan berbagai pihak. Pendekatan berkelanjutan menjadi kunci agar program ini berdampak nyata bagi masyarakat miskin.
Mendorong Mustahik Menjadi Muzakki
Dalam kesempatan yang sama, Cak Imin menargetkan para mustahik atau penerima zakat agar dapat naik kelas menjadi muzakki, yaitu pemberi zakat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong masyarakat miskin tumbuh menjadi lebih mandiri dan berdaya.
“Kita juga harus mendorong transformasi para mustahik menjadi muzakki sebagai salah satu keberhasilan pemberdayaan masyarakat. Kita ingin terus melihat mereka yang masih rentan dalam kemiskinan, kemudian tumbuh jadi masyarakat yang berdaya,” jelas Cak Imin.
Pendekatan Berkelanjutan dalam Pemberdayaan
Cak Imin menekankan bahwa Kolaborasi Indonesia Berdaya tidak boleh memberikan bantuan yang bersifat sementara. Pemerintah ingin memastikan kekuatan masyarakat lemah dapat tumbuh dan bertahan secara berkelanjutan.
“Kemiskinan tidak boleh jadi realitas struktural, realitas kultural, realitas warisan dari berbagai pengalaman yang ada,” tambah Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu. Upaya ini bertujuan agar kemiskinan tidak menjadi lingkaran yang sulit diputus.
Data Kemiskinan Terkini di Indonesia
Tingkat kemiskinan Indonesia pada September 2025 tercatat sebesar 8,25 persen atau setara dengan 23,36 juta orang. Angka ini mengalami penurunan sekitar 490.000 orang dibandingkan Maret 2025, menandakan adanya kemajuan dalam pengentasan kemiskinan.
Pemerintah memanfaatkan data tersebut untuk merancang strategi lebih tepat sasaran. Fokusnya adalah memastikan bantuan sosial, pendidikan, dan ekonomi dapat menyasar kelompok yang paling rentan.
Upaya Pemerintah Memberantas Kemiskinan Ekstrem
Presiden RI Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan komitmennya memberantas kemiskinan ekstrem dalam empat tahun ke depan. Pernyataan tersebut disampaikan saat pidato di World Economic Forum (WEF) 2026, Davos, Swiss, Kamis, 22 Januari 2026.
“Saya bertekad dalam empat tahun ke depan kita akan memberantas kemiskinan ekstrem, dan kita akan menurunkan kemiskinan secara keseluruhan. Itulah misi saya dalam hidup,” ujar Prabowo. Program ini menekankan pendidikan sebagai salah satu cara utama mengentaskan kemiskinan ekstrem.
Sekolah Rakyat untuk Anak dari Keluarga Miskin
Presiden Prabowo menghadirkan program Sekolah Rakyat yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin. Hingga saat ini, telah dibangun 166 sekolah asrama khusus bagi masyarakat sangat miskin, sebuah langkah unik karena biasanya sekolah asrama ditujukan bagi anak-anak dari keluarga mampu.
“Sejauh ini, kami telah membangun 166 sekolah asrama bagi masyarakat yang sangat miskin. Ini mungkin sesuatu yang unik karena biasanya sekolah asrama hanya diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga mampu. Kini, saya membangun sekolah asrama bagi mereka yang paling miskin,” jelas Prabowo.
Kolaborasi untuk Pemberdayaan Masyarakat
Upaya menurunkan kemiskinan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan pihak swasta diperlukan untuk mencapai target secara maksimal.
Pendekatan ini mengedepankan transformasi sosial dan ekonomi masyarakat secara menyeluruh. Diharapkan, melalui program berkelanjutan, kemiskinan dapat ditekan hingga angka 5 persen pada 2029, sekaligus mencetak masyarakat yang mandiri dan produktif.