Garuda Indonesia dan Citilink

Garuda Indonesia dan Citilink Hadirkan Diskon Tiket Pesawat Mudik Lebaran 2026 hingga 18 Persen

Garuda Indonesia dan Citilink Hadirkan Diskon Tiket Pesawat Mudik Lebaran 2026 hingga 18 Persen
Garuda Indonesia dan Citilink Hadirkan Diskon Tiket Pesawat Mudik Lebaran 2026 hingga 18 Persen

JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) kembali mendukung kebijakan pemerintah dengan memberikan diskon tiket pesawat mudik Lebaran 2026 hingga 18%. Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia, Thomas Oentoro, mengatakan diskon ini berlaku untuk penerbangan kelas ekonomi rute domestik Garuda Indonesia dan Citilink.

Penyesuaian harga tiket berada pada kisaran 17–18%, didukung insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga 100%, serta penyesuaian Passenger Service Charge (PSC) dan fuel surcharge. Thomas menyatakan, “Kami mendukung langkah Pemerintah dalam menghadirkan kebijakan stimulus yang terkoordinasi dan berdampak langsung bagi masyarakat.”

Periode Penjualan dan Penerbangan yang Tersedia

Garuda Indonesia mulai menyesuaikan harga tiket kelas ekonomi untuk pembelian melalui seluruh kanal penjualan sejak 10 Februari hingga 29 Maret 2026. Periode penerbangan yang memperoleh diskon berlaku pada 14–29 Maret 2026 sesuai ketentuan PMK No. 4/2026, KP-DJPU 27/2026, dan KM 43 Tahun 2026.

Citilink juga memberlakukan penyesuaian harga tiket kelas ekonomi efektif 11 Februari 2026. Penyesuaian ini bertujuan memperluas aksesibilitas layanan transportasi udara dengan segmentasi yang saling melengkapi dalam Garuda Indonesia Group.

Proyeksi Volume Penumpang dan Optimalisasi Kapasitas

Thomas menambahkan bahwa proyeksi pertumbuhan volume penumpang mudik Lebaran 2026 menunjukkan tren positif. Hal ini diharapkan dapat mendorong optimalisasi kapasitas dan jaringan penerbangan Garuda Group, dengan tetap mengedepankan standar keselamatan dan kualitas layanan.

“Kebijakan ini diharapkan menjadi fondasi berkelanjutan dalam memperkuat ekosistem aviasi nasional,” kata Thomas. Ia menekankan, sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan pemangku kepentingan menjadi kunci agar sektor penerbangan memperkuat konektivitas, pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Insentif dan Dukungan Pemerintah untuk Penumpang

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa pada tahun ini terdapat total Rp911,16 miliar dari APBN maupun non-APBN untuk mendorong daya beli masyarakat. Salah satu insentifnya adalah diskon tarif tiket pesawat domestik kelas ekonomi sebesar 17–18% untuk periode 14–29 Maret 2026.

Diskon ini lebih besar dibanding periode Lebaran tahun lalu maupun Nataru 2025/2026. Targetnya adalah menjangkau sekitar 3,3 juta penumpang agar lebih banyak masyarakat dapat menikmati transportasi udara dengan harga lebih terjangkau.

Mekanisme Diskon dan Komponen Biaya yang Mendapat Fasilitas

Potongan harga tiket pesawat bersumber dari pembebasan PPN alias ditanggung pemerintah (DTP) untuk kelas ekonomi domestik. Komponen biaya yang mendapatkan fasilitas PPN DTP meliputi tarif dasar dan biaya tambahan bahan bakar atau fuel surcharge.

Dengan dukungan ini, Garuda Indonesia dan Citilink memastikan masyarakat memiliki akses mudik yang lebih mudah dan hemat. Kebijakan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan mobilitas masyarakat saat Lebaran sekaligus mendongkrak pertumbuhan sektor aviasi nasional.

Strategi Garuda Group dalam Mendukung Ekosistem Aviasi

Garuda Indonesia menekankan bahwa kebijakan diskon tiket bukan hanya soal harga, tetapi bagian dari strategi memperkuat ekosistem transportasi udara. Thomas menyatakan bahwa optimalisasi kapasitas penerbangan akan berjalan beriringan dengan peningkatan layanan dan keselamatan penumpang.

Sinergi antara Garuda Indonesia, Citilink, dan pemerintah menjadi faktor utama agar industri penerbangan tetap tangguh. Dengan dukungan kebijakan stimulus, sektor aviasi diharapkan mampu mendorong konektivitas antarwilayah, memperkuat pariwisata, dan memberi dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Harapan dan Dampak Jangka Panjang

Diskon tiket mudik Lebaran 2026 diproyeksikan menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih terjangkau bagi jutaan penumpang. Selain meringankan biaya transportasi, kebijakan ini juga diharapkan mendorong penggunaan moda transportasi udara secara lebih luas.

Ke depan, Garuda Indonesia dan Citilink berkomitmen menjaga kesinambungan kolaborasi dengan pemerintah. Langkah ini memastikan sektor penerbangan tetap memainkan peran sentral dalam mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Diskon Tiket Sebagai Stimulus Ekonomi dan Konektivitas

Kebijakan diskon tiket pesawat mudik Lebaran 2026 menjadi bukti sinergi antara pemerintah dan industri aviasi. Dukungan ini tidak hanya menguntungkan penumpang, tetapi juga memperkuat kapasitas dan jaringan penerbangan Garuda Group, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional.

Garuda Indonesia dan Citilink menegaskan bahwa setiap kebijakan yang diambil berorientasi pada manfaat maksimal bagi masyarakat. Kombinasi harga lebih terjangkau, layanan optimal, dan keselamatan penumpang menjadi prioritas utama dalam setiap strategi bisnis dan operasional mereka.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index