Atlet Malaysia Tantang Dominasi Indonesia di Turnamen Tenis Meja Sukun Youth Series 3

Jumat, 13 Februari 2026 | 08:48:06 WIB
Atlet Malaysia Tantang Dominasi Indonesia di Turnamen Tenis Meja Sukun Youth Series 3

JAKARTA - Persaingan turnamen tenis meja Sukun Youth Series 3 musim 2025/2026 dipastikan memanas dengan hadirnya atlet mancanegara. Untuk pertama kalinya, ajang pembinaan usia muda ini kedatangan peserta dari Malaysia yang siap menantang dominasi klub-klub Indonesia.

Turnamen ini akan digelar di Sukun Sport Center Gebog Kudus pada 13–15 Februari 2026. Atmosfer kompetisi diprediksi semakin sengit karena seri ini menjadi penutup rangkaian musim 2025/2026.

Sebanyak 241 atlet dari 25 klub ambil bagian dalam seri pamungkas ini. Mereka datang dari sembilan provinsi di Indonesia serta satu klub asal Malaysia.

Kehadiran wakil luar negeri memberi warna baru dalam perjalanan Sukun Youth Series. Ajang yang sebelumnya didominasi atlet dalam negeri kini mulai merambah persaingan regional.

Debut Atlet Malaysia di Seri Penutup Musim

Atlet tenis meja asal Malaysia Lai Yong Han mengatakan datang bersama dua atlet Malaysia lainnya. Mereka akan memperkuat klub Banom HIPMI Jateng.

Lai Yong Han yang turun di kelompok U19 sudah tak sabar berlaga di turnamen ini. Ia mengaku telah lama menantikan turnamen ini digelar.

Ia mengatakan, turnamen Sukun Youth Series 3/3 ini merupakan kejuaraan kedua yang ia ikuti di Indonesia. Sebelumnya, ia pernah turun di kejuaraan tenis meja yang digelar di Medan.

"Kami antusias berlaga di kejuaraan ini. Kami sudah tidak asing lagi karena pernah bertanding di Indonesia. Beberapa atlet juga pernah bertemu di SEA Games. Kami sudah mempersiapkan diri dengan baik," katanya usai menghadiri gala dinner Sukun Youth Series 3/3, Kamis (12 Februari 2026) malam.

Meski baru pertama turun di series 3 ini, ia optimistis meraih gelar juara. "Target kami juara," tegasnya.

Kehadiran atlet Malaysia bukan sekadar pelengkap peserta. Mereka datang dengan ambisi besar untuk mencatatkan prestasi di seri penutup musim ini.

Persaingan di kelompok U19 pun dipastikan berlangsung ketat. Apalagi sejumlah atlet sudah saling mengenal dari ajang internasional sebelumnya.

Persaingan Makin Ketat di Sukun Sport Center Gebog Kudus

Ketua Panpel Sukun Youth Series Frengky Setyo Prabowo mengatakan, turnamen yang digelar di Sukun Sport Center Gebog Kudus, 13–15 Februari 2026 ini adalah seri ketiga dari tiga seri yang digelar musim 2025/2026. Seri ini menjadi penentuan sekaligus ajang pembuktian bagi para atlet muda.

"Seri penutup musim ini akan seru karena selain jumlah peserta tambah banyak, juga ada wakil dari Malaysia. Ini jelas akan menambah ketatnya persaingan di seri ketiga ini," katanya.

Ia menambahkan, atlet asal Malaysia yang turun di kejuaraan ini kini berada di ranking kedelapan dunia (WTT) U15 dan U17. Catatan tersebut membuat persaingan semakin menarik untuk disaksikan.

Turnamen tenis meja Sukun Youth Series ini merupakan wadah bagi para atlet untuk berpartisipasi mengasah skill dan mental bertanding. Ajang ini juga menjadi ruang pembinaan berkelanjutan bagi atlet usia muda.

Ada tiga kelompok yang dipertandingkan yakni U13, U15, dan U19, divisi utama dan conference putra dan putri. Setiap kategori menjadi panggung bagi talenta muda untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Dua seri sebelumnya, klub tuan rumah PTM Sukun keluar sebagai juara umum. Dominasi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi peserta lain yang ingin merebut gelar.

Ia mengatakan, hadirnya atlet-atlet unggulan dari berbagai daerah di Indonesia dan juga atlet Malaysia akan menjadi penantang serius bagi klub tuan rumah. Situasi ini membuat persaingan di setiap nomor dipastikan berlangsung sengit.

"Selain Malaysia, kami sebelumnya juga berkomunikasi dengan klub-klub asal Singapura, Australia, Thailand, dan Malaysia. Mereka sebenarnya antusias untuk ikut, namun saat ini berdekatan dengan perayaan Imlek, sehingga mereka banyak yang akhirnya urung mengirim atletnya kesini," katanya.

Meski belum semua undangan internasional bisa hadir, animo dari luar negeri menunjukkan reputasi turnamen ini semakin meningkat. Sukun Youth Series mulai dilirik sebagai ajang kompetitif yang berkualitas.

Kehadiran atlet peringkat dunia kelompok usia menambah daya tarik tersendiri. Penonton dipastikan akan menyaksikan pertandingan dengan level permainan tinggi.

Harapan Daerah dan Dukungan Penuh Pemerintah

Sementara itu, Bupati Kudus Samani Intakoris melalui video mengucapkan selamat datang kepada seluruh pemain, pelatih, hingga official klub yang hadir. Ucapan tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pembinaan olahraga.

Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana promosi daerah. Kehadiran atlet dari berbagai provinsi dan luar negeri turut mengangkat nama Kudus di kancah olahraga nasional dan regional.

Dengan total 241 atlet yang ambil bagian, atmosfer kompetisi dipastikan semarak sejak hari pertama. Setiap pertandingan akan menjadi penentu langkah menuju podium juara.

Seri ketiga ini sekaligus menjadi penutup musim kompetisi 2025/2026 yang telah berjalan dalam dua seri sebelumnya. Hasil akhir di Kudus akan menentukan catatan prestasi sepanjang musim.

Kehadiran atlet Malaysia membuat peta persaingan berubah signifikan. Klub-klub Indonesia kini harus bekerja ekstra untuk mempertahankan dominasi.

Bagi para atlet muda, turnamen ini menjadi kesempatan emas menambah jam terbang. Pengalaman menghadapi lawan dari luar negeri menjadi bekal penting untuk level yang lebih tinggi.

Sukun Youth Series 3/3 bukan sekadar ajang rutin tahunan. Turnamen ini menjelma menjadi panggung pembuktian kualitas pembinaan tenis meja usia muda.

Dengan persaingan yang semakin terbuka dan kompetitif, publik menantikan siapa yang akan keluar sebagai juara umum. Semua mata kini tertuju pada pertandingan di Sukun Sport Center Gebog Kudus pada 13–15 Februari 2026.

Terkini